Pengertian dan Tahap-Tahap Fase Oogenesis pada Wanita

Sistem reproduksi wanita merupakan salah satu bagian tubuh yang penting untuk. Untuk hamil, wanita membutuhkan sel telur yang matang agar bisa membuahi. Terjadi pula proses oogenesis yaitu pada tahap awal pembentukan sel telur. Berikut beberapa hal mengenai proses tersebut yang dapat Anda ketahui.

Pengertian

Istilah oogenesis terdiri dari dua istilah latin yaitu oocyte dan genesis. Oosit berarti telur dan genesis berarti pembuatan. Oleh karena itu, proses ini berarti proses pembuatan sel telur.

Pada, proses pemijahan ini hanya terjadi pada wanita dan juga hewan mamalia betina. Pembuatan telur ini adalah proses pembentukan dan pematangan sel telur betina yang terjadi di ovarium. Sel telur dalam tubuh wanita bertempat sejak Anda berusia 8 hingga 20 minggu dalam kandungan ibu.

Ada sekitar 600.000 sel oogonium dalam ovarium embrio. Oogonium atau oosit berkembang biak (membelah) secara mitosis hingga jumlahnya mencapai lebih dari 7 juta oosit primer. Secara biologis, sejumlah besar oosit primer ini terus menurun sampai janin lahir.

Oosit adalah telur yang belum matang, kemudian berkembang sampai matang di lapisan luar ovarium. Sel-sel tersebut juga akan berhenti berkembang sementara sampai wanita mencapai usia pubertas. Setelah masa puber, barulah oogonium atau sel induk telur aktif bekerja dan berproduksi sesuai siklus menstruasi.

Tahap-Tahap

Dalam prosesnya, terdapat beberapa tahap sebagai berikut.

1.     Fase Pembelahan

Proses akan dimulai dengan mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak atau gamet. Meiosis, di sisi lain, adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat gamet, masing-masing berisi setengah dari kromosom sel induk.

Oogonium atau oosit yang matang dan mengalami mitosis menjadi oosit primer (sel telur tumbuh besar). Oosit primer itu sendiri kemudian dibelah menjadi dua bagian, menghasilkan oosit sekunder atau hasil akhir pembelahan.

2.     Fase Perkembangan

Pembelahan oosit pertama selama proses pembuatan sel telur mengalami perkembangan sitoplasma (bagian sel) yang tidak seimbang. Akibatnya, satu telur (oosit) yang belum matang memiliki banyak sitoplasma dan oosit lainnya tidak memiliki sitoplasma. Oosit dengan sitoplasma lebih besar dari oosit tanpa sitoplasma. Maka, telur yang lebih kecil ini disebut badan polar pertama.

3.     Fase Pematangan

Oosit sekunder yang lebih besar tadi mengalami pembelahan sel telur kedua. Badan kutub pertama juga membelah menjadi dua badan polar. Oosit ini tumbuh menjadi sel telur ketika bertemu sperma, juga dikenal proses pembuahan.

Proses ini akan terus mengalami degenerasi selama wanita masih pada usia reproduksi. Jika oosit tidak dibuahi, siklus akan berulang. Dalam perulangan itu, Anda akan mengalami menstruasi karena sel telur mengalami peluruhan.

Jika Anda dan pasangan sedang menjalani program hamil, Anda harus banyak membaca informasi berguna agar program berjalan sukses. Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat dari Orami. Kunjungi website-nya sekarang juga dan baca artikel-artikel terbaik di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.